PLP2K-BK di Kota Tangerang Selatan
Minggu, 22 September 2013
PLP2K-BK di Kota Tangerang Selatan
PLP2K-BK di Kota Tangerang Selatan
Rabu, 14 November 2012
PPATK: Proyek Multiyears Perlu Pengawasan Ekstra
Mulai dari waskat atasan, laporan kemajuan proyek, dan audit.
Kondisi proyek Hambalang di Sentul, Bogor (VIVAnews/Anhar Rizki Affandi)
Proyek yang bernaung di bawah Kementerian Pemuda dan Olahraga itu pun disebut multiyears atau tahun jamak. Apa sebenarnya definisi dan syarat proyek-proyek negara yang dikategorikan multiyears? Apakah proyek ini memerlukan ekstra pengawasan?
Menurut Wakil Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Agus Santoso, pembangunan proyek pemerintah yang tidak mungkin diselesaikan dalam jangka waktu satu tahun dimungkinkan untuk dianggarkan secara multiyears. Misalnya untuk selama tiga tahun anggaran.
"Kebutuhan penganggaran multiyears seperti ini didasarkan pada kajian kebutuhan yang dilakukan kementerian atau lembaga yang bersangkutan. Selanjutnya diajukan untuk mendapatkan persetujuan," kata Agus kepada VIVAnews.
Tujuan adanya penganggaran multiyears, lanjut Agus, selain untuk efisiensi prosedur juga untuk memastikan kelangsungan proyek. Sehingga pasti bisa diselesaikan. Khususnya terkait dengan kontrak dengan vendor yang sama tanpa perlu proses persetujuan lagi.
"Ada beberapa simpul kerawanan dalam proyek multiyears yang harus mendapat perhatian dan pengawasan para pimpinan. Antara lain kerawanan pada penggelembungan nilai pekerjaan (owner estimation). Dan mengatur-atur penunjukan langsung dengan cara KKN," jelas pria yang juga pemilik peternakan kambing di kawasan Gadog, Bogor ini.
Untuk meminimalisir kerawanan itu, kata Agus, paling tidak ada 3 aspek penting yang harus dilaksanakan para atasan. Pertama, memastikan bahwa prosedur yang telah ditetapkan dapat diikuti dengan baik. "Mulai dari tahap perencanaan proyek, lelang, sampai pada serah terima pekerjaan, sebagaimana diatur dalam Perpres no 80 thn 2008 sebagaimana telah diubah. Terakhir dengna Perpres no 70 thn 2012," ujar Agus.
Kedua, para atasan dan pimpinan mengawasi secara efektif. Mulai dari waskat atasan, laporan kemajuan proyek, dan audit. Sehingga penyimpangan, ketidaksesuaian mutu, dan keterlambatan proyek bisa diketahui di setiap tahapan sejak dini. "Dan bisa segera diambil corrective action yang tepat waktu dan tepat sasaran," kata mantan Deputi Direktur Hukum Bank Indonesia ini.
Ketiga, setelah aturan dan prosedur diikuti dan sistem pengawasan efektif dilakukan, maka yang tidak kalah pentingnya adalah upaya menjaga dan memelihara integritas diri para pelaksana yang terlibat dalam setiap tahapan proyek.
Hanya dengan integritas yang baik, maka Agus yakin, KKN bisa diberantas. "Kita harus bangga menjadi aparat yang berintegritas, dan harus malu dicap sebagai aparat yang korup," ujar Agus.
23 Agustus 2010 12:55
Menteri Keuangan Agus D. W. Martowardojo menjelaskan proyek-proyek mutiyears yang tidak bisa ditunda biasanya proyek yang pekerjaannya dipengaruhi oleh faktor cuasa, seperti penyaluran subsidi benih. Kemudian proyek mendesak lainnya seperti pelayanan yang harus tersedia sepanjang tahun mulai tanggal 1 Januari, misalnya pelayanan perintis udara/laut, pita cukai, konsumsi di Lembaga Pemasyarakatan, dan sejenisnya.
"Kontrak multiyears harus selalu ada persetujuan dari Kementerian Keuangan. Tetapi, untuk jumlahnya yang relatif tidak besar, itu dimungkinkan untuk kita delegasikan khususnya bagi pos-pos yang memang harus melewati akhir tahun dan merupakan suatu pos untuk pelayanan kepada masyarakat dan tak bisa ditunda-tunda," jelas dia, pekan lalu.
Menurutnya, klausul tersebut terdapat dalam Peraturan Presiden (Perpres) No.54/2010 tentang Pedoman Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah yang telah ditandatangani oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 6 Agustus guna menggantikan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 80/2003.
Agus Rahardjo, Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), pernah menjelaskan untuk kontrak proyek tahun jamak dengan nilai di bawah Rp10 miliar dikecualikan untuk mendapat persetujuan dari Menteri Keuangan. Untuk proyek-proyek multiyears berskala kecil tersebut, wewenang untuk menyetujuinya diserahkan pada Kementerian/Lembaga terkait.
"Asalkan nilai kontrak tidak lebih dari Rp10 Miliar, persetujuan langsung dilakukan oleh pengguna anggaran masing-masing (tidak lagi minta persetujuan Menteri Keuangan)," katanya.
Menurut Agus Rahardjo, Perpres No.54/2010 akan diterapkan pada kontrak pengadaan yang ditawarkan setelah aturan tersebut diteken presiden. "Misalnya kan ada kontrak-kontrak pemerintah yang sudah ditandatangani sebelum ada perpres itu tetap harus diakui juga," paparnya.
Menanggapai hal tersebut, Wakil Ketua Komisi XI DPR Harray Azhar Azis mengatakan proyek tahun jamak berpotensi terhambat atau berhenti total selama mempersyaratkan persetujuan menteri keuangan dalam pelaksanaannya. Untuk itu, perlu ada tambahan pasal dalam Undang-Undang No.17/2003 tentang Keuangan Negara yang menjamin tidak ada pembatalan dari kontrak tahun jamak pada tahun anggaran berikutnya oleh menteri keuangan.
“Kalau selama ini kan tidak ada jaminan yang pasti (proyek multiyears) bisa terlaksana pada tahun anggaran berikutnya. Untuk UU No.17/2003 harus direvisi dengan menambahkan pasal khusus yang menegaskan, kalau proyek sudah disetujui (pada tahun berjalan) tidak bisa dibatalkan pada tahun berikutnya,” tegas Harry.
Sebelumnya, dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 56/2010 terkait Tata Cara Pengajuan Persetujuan Kontrak Tahun Jamak Dalam Penggadaan Barang dan Jasa Pemerintah disebutkan proyek idealnya selesai dalam satu tahun anggaran, tetapi tertunda hingga tahun anggaran berikutnya, tidak dapat diusulkan untuk mendapatkan persetujuan kontrak tahun jamak dari Menteri Keuangan.
Ada empat kriteria kontrak tahun jamak yang dipersyaratkan. Pertama, sumber dana pekerjaan berasal dari rupiah murni. Kedua, substansi pekerjaannya merupakan satu kesatuan untuk menghasilkan satu output. Ketiga, secara teknis pekerjaannya tidak dapat dipecah-pecah. Kempat, waktu pelaksanaan kegiatan pokoknya secara teknis memerlukan waktu penyelesaian lebih dari 12 bulan.
sumber : bisnis indonesia
Selasa, 01 Mei 2012
mampir di Kandang Jurank Doang (II)
Selasa, 03 April 2012
Mampir di Kandang Jurang Doank (KJD) – Tangerang Selatan
Bagaimana sejarah KJD bisa sampai di Kota Tangerang Selatan ini ? untuk sejarahnya mungkin cerita dari Bang Dik (Dik Doang maksudnya) lebih tahu dan lebih lengkap..tapi saya hanya menambahkan bahwa semangat di KJD ini adalah semangat untuk hidup saling berbagi dan bagaimana caranya membuat sekolah bagus tapi gratis, sebenarnya kami belum layak di sebut sekolah namun kami lebih suka disebut komunitas kreatifitas KJD. Di dalam Komunitas ini ada berbagai macam kelas, karena kelasnya dimana kita mau belajar di situ buka kelas maka seringkali kami disebut juga sekolah alam. Bang Dik memulai dari mulai Kemayoran sampai pindah ke Ciputat, secara resmi KJD dibuka 23 mei 2005, semangatnya hidup saling berbagi dengan cara teman-teman yang mau berperan di sini mengambil pos-pos dimana mereka teman-teman yang mau berbagi atau mengisi, awalnya kami menyebutnya volunter/relawan yang identik dengan bencana padahal tidak ada bencana yang terjadi disini malahan keberkahan yang ada olehkarena itu kemudian bang Dik mengubah penamaannya menjadi pegawai sholeh (dengan harapan mereka menjadi sholeh dalam arti sebenar-benarnya).
Bang Dik juga punya visi bagaimana masyarakat sekitar juga mendapat berkah dan dapat berperan serta, kami tidak meminta bantuan kepada pemerintah atau pihak swasta namun kami membuat paket-paket kegiatan yang kami jual yang memanfaatkan alam sekitar misalnya dengan outing, memandikan kerbau, menangkap ikan, menanam padi dan lahan tidur yang kami manfaatkan untuk outbond. Dari semua yang dibayarkan itu uang yang berhasil didapatkan dari kegiatan paket paket tersebut kami sisihkan yaitu 60% kami masukan ke kas sekolah alam KJD 30% untuk pegawai sholeh, dan 10% lagi untuk kegiatan sosial seperti yang kami misalnya bhaki sosial, sunatan massal, santunan buat petani pada saat lebaran dsb. itulah kegiatan subsidi silang yang kami lakukan disini, semua kegiatan yang berkaitan dengan paket-paket itu dikenakan biaya namun kami dalam promosi KJD selalu lebih mengutamakan sekolah alamnya karena tidak ingin yang muncul image mencarai keuntungan semata karenanya kegiatan paket komersil sama sekali tidak pernah kami iklankan dan kami tidak ingin semangat KJD ini berubah semangatnya dari non-profit malah ke profit taking. Syukur alhamdullilah sampai sekarang KJD dapat berjalan lancar dengan sistem yang kami buat seperti itu.
Ada berapa kegiatan yang dilakukan di KJD ? lebih kurang ada 8 kelas terdiri dari kelas fotografi, perkusi, gambar, paduan suara, sanggar tari, kelas bola, gitar, vokal dan kelas komputer. Khusus untuk kelas gambar mereka harus mengikuti tes ala KJD kemudian apabila lolos baru mereka boleh menempati kelas-kelas tersebut. Silaturahmi antar kelas kami lakukan pada hari minggu pada kelas gambar dan yang mengisi adalah Bang Dik karena dialah yang berkompeten dalam gambar dan desain. Bagi kelas gambar tidak selalu mereka yang lulus seleksi namun bisa saja mereka yang berminat, bisa sekali datang atau kapanpun mereka datang bolehikut kelas gambar tergantung peserta bebas memilih.
Mas Fadly sejak kapan bergabung dengan KJD ? saya tinggal di kompleks ini sejak SMP (lokasi KJD ada di kompleks perumahan Alvita/Pondok sawah Indah), mulai intens bergabung sejak 3 tahun terakhir, di KJD kami tidak terikat seperti freelance begitulah, perlu saya terangkan soalnya tenaga disini saya sendiri merangkap di back office dan urusan lapangan di KJD. Sebenarnya bang Dik mau mengangkat semua yang terlibat sebagai pegawai, namun apalah daya karena dana terbatas dan apabila diangkat semua pegawai sekarang saja ada sekitar 70 orang oleh karena itu pegawai yang diangkat/ in house baru 15 orang selebihnya sifatnya freelance. Kecenderungannya apabila dari awal sudah ingin mencari uang mungkin dengan adanya seleksi alam pasti sudah pergi sendiri, namun bukan berarti saya sendiri tidak perlu uang namun saya mencoba menjalani yang dimaksud mas Dik. Berhadapan dengan anak didik kami dituntut kreatif, ayo teman-teman ciptakan sesuatu ciptakan sesuatu. Namun para pegawai sholeh disini diharapkan bisa bertindak lebih dari itu, maksudnya bahwa Mas Dik ingin mereka juga menjadi pembimbing, imam juga dan pedagang juga (Mas Dik sangat berkaca kepada rasullulah) akhirnya di buat oleh Mas Dik distro-distro dan siapa saja yang berminat silahkan ikut. Alhamdulillah apapun yang kami jual laku. Jadi untuk peserta kami pacu untuk kreatif dan bagi teman-teman pegawai sholeh kami harapkan produktif menghasilkan uang. Anak-anak sering diajak manggung dan sering mendapat fee baik dari transport atau uang lelah dsb mereka senang namun Mas Dik mengingatkan mereka supaya jangan sampai hanya mencari uang tapi harus banyak berkreasi sebanyak mungkin, dengan demikian diharapkan nanti pekerjaan atau uang akan mencari mereka.
Untuk jangka panjang harapan apa yang dinginkan oleh KJD ? diharapkan dari KJD lahirnya generasi / SDM yang berbeda dari sebelum sebelumnya dan diharapkan mempunyai jati diri yang cukup kuat. Sistem kelas berjalan selama 1 tahun dengan kurikulum ala KJD misalnya kami mulai dari sesuatu yang paling dasar dan bertahap seperti untuk belajar gitar kami mulai dari perkenalan kunci-kunci grif A, B, C dst , kemudian belajar membawakan lagu orang lain dengan rapi dan benar dan tahapan terakhir disuruh menciptakan lagu apa saja bebas semau mereka. Dan setiap hari minggu ada panggung yang kami namakan konser mingguan semua kelas naik pentas, ada yang nonton atau tidak ada yang menonton tidak masalah untuk melatih mental mereka. Dilakukan sore setelah sholat Ashar, paginya sekolah alam jam 08.00 sampai jam 10.00, kadang ada kelas untuk orang tua jam 10.00 sampai 12.00. Sekolah menjadi ibu juga diajarkan disini diharapkan si ibu dapat menyeimbangkan dengan pengetahuan si anak atau pengetahuan tentang gizi anak dan psikologi anak maka kami undang yang berkompeten di bidangnya. Singkatnya di sini adalah bekal seorang ibu terhadap anaknya, walaupun kami hanya sekedar diskusi namun diharapkan ada manfaatnya.
Kegiatan KJD hanya sampai magrib saja. Luas KJD kira-kira 2,5 Ha itu yang dilansir oleh sebuah artikel surat kabar Kompas hasil penghitungan mereka sendiri kami belum pernah mengitungnya secara tepat. Disini adalah lokasi KJD II, KJD yang pertama lokasinya di dekat rel, kemudian kami juga punya KJD III di kampung Cidokom kelurahan Rumpin Gobang dari terminal parung masuk ke arah Leuwiliang dan Jasinga perjalanan 1 jam dari situ di sana baru lokal kelas saja yang dibangun. Kelas yang ada disini intens kami adakan misalnya untuk kelas komputer yang hanya ada 8 buah PC maka apabila ada yang bolos selama 3 x pertemuan langsung dicoret dan digantikan dengan yang lainnya yang mau ikut. Tahun lalu saya mengajar tentang komputer dng cara yang mudah diterima misalnya untuk menyimpan data harus di simpan di laci (Folder maksudnya). Untuk kelas gambar mempergunakan komputer kami gunakan photopaint hingga photoshop. Untuk kelas fotografi ada yang sudah lulus, kriteria dianggap lulus karena foto-foto yang mereka hasilkan sudah bisa dinikmati padahal mereka baru duduk di bangku SMP. Usia didik di sini paling kecil usia kelas 3 SD, kecuali kelas gambar tidak ada pembatasan umur. Untuk teman-teman yang sudah besar disarankan selain ikut kelas diminta juga untuk ikut serta melancarkan proses pelajaran ikut membantu sebagai asisten atau pengasuh. Untuk sekolah alam kami prioritaskan bagi warga sekitar lokasi seperti daerah Pamulang, Ciputat dsk. Saya (fadly) sebagai Penanggung Jawab Umum KJD dan semua posisi setiap tahun selalu di rolling...
Oleh : Muhlisin & Agus “rokas” soemarno

