Minggu, 22 September 2013

PLP2K-BK di Kota Tangerang Selatan



                 PLP2K-BK di Kota Tangerang Selatan
 
Gambaran Umum Kecamatan Setu
Kecamatan Setu memiliki luas wilayah sebesar 14,8 Km² atau hanya 10,06% dari luas Kota Tangerang Selatan. Kecamatan Setu terdiri dari 1 Kelurahan dan 5 Desa dengan 170 RT dan 36 RW. Jumlah penduduknya pada tahun 2010 sebanyak 66.225 jiwa terdiri dari 17.092 KK dengan tingkat kepadatan 4.475 jiwa/km². Dengan laju pertumbuhan penduduk 5,06%.

Kondisi Morfologis Kecamatan Setu
Sebagai generator kawasan adalah kawasan industri, kawasan Puspiptek dan kampus ITI dengan sepanjang koridor jalan utama sebagai fungsi perdagangan dan jasa. Pola Jalan Utama berbentuk grid. Infrastruktur  utama telah berkembang baik (jalan lingkungan sebagian besar sudah dipaving).  Bagian utara dan selatan sebagian besar telah terbangun, bagian Barat masih banyak lahan kosong. Sebagian penghuni adalah pendatang,  Tingkat perekonomian beragam sedangkan penduduk asli tersebar dan berbaur terutama di sisi utara, barat dan timur kawasan dominasi fungsi ruang adalah  rumah tinggal , kontrakan dan fasilitas penunjang lainnya.

Penggunaan lahan di kecamatan ini di dominasi oleh Kawasan industri (Tekno park BSD), Kampus ITI, Puspiptek, serta beberapa perumahan besar dan kecil (kluster) dan permukiman warga. Adanya kawasan industri membuat banyaknya tanah yang didirikan menjadi rumah kontrakan. Kegiatan pertanian sudah tidak banyak dijumpai. Warga banyak yang bekerja di bidang perdagangan dan jasa, PNS, buruh bangunan, penjual pasir, pengojek, buruh harian pengangkut pasir, peternak ayam, peternak kambing dan usaha lainnya.

Kemiringan lahan di Kecamatan Setu pada beberapa wilayah termasuk daerah yang landai dengan kemiringan lahan 0-3% dan sebagian lagi kemiringan lahannya 3-8%. Banyak sekali bekas galian tanah yang sudah tidak terpakai lagi dan akhirnya menjadi kubangan hingga saat ini. Pada saat hujan kubangan ini menjadi penampungan air.


Kondisi Perumahan dan Permukiman di Kecamatan Setu
Kondisi perkembangan perumahan di Kecamatan ini cukup pesat karena banyak sentra kegiatan yang semakin berkembang. Perumahan kluster kecil juga banyak tumbuh, namun biasanya bukan warga asli kecamatan Setu yang tinggal di sana kebanyakan pendatang dari luar kecamatan atau wilayah lain. Kondisi permukiman warga asli setempat beragam. Ada yang sudah cukup baik bertembok dan bahkan berlantai dua, namun ada juga yang masih berdinding setengah bilik dan berlantai plesteran pada beberapa lingkungan

Gambaran Umum Desa Kademangan
Desa Kademangan secara wilayah kepemerintahannya terdiri dari 7 Rukun Warga (RW) dan 57 Rukun Tetangga (RT) dengan rincian sebagai berikut :
RW 01 terdiri dari 6 RT yaitu wilayah non-perumahan, RW 02 terdiri dari 7 RT yaitu 6 RT wilayah non-perumahan dan 1 RT Perumahan Pinang mas, RW 03 terdiri dari 8 RT yaitu 6 RT wilayah non-perumahan dan 2 RT Perumahan Villa Tekno, RW 04 terdiri dari 21 RT yaitu wilayah perumahan Batan Indah, RW 05 terdiri dari 6 RT yaitu wilayah perumahan Amarapura, Rw 06 terdiri dari 5 RT yaitu wilayah perumahan Griya Serpong, RW 07 terdiri dari 4 RT yaitu wilayah perumahan Puri Sentosa.

Kondisi Morfologis Desa Kademangan
Desa Kademangan mengisi 14% dari total luas Kecamatan setu. Berada pada ketinggian 68 dpl dan merupakan wilayah yang paling tinggi dibandingkan dengan wilayah desa/kelurahan lainnya. Desa ini adalah desa dengan kepadatan tertinggi dibanding desa lainnya karena menjadi konsentrasi kompleks perumahan. Namun masih banyak juga rumah tidak layak huni. Pada Desa Kademangan terdapat banyak bekas galian yang lokasinya tersebar di semua wilayah desa. Kondisi saluran drainase tidak saling terintegrasi dan rawan Banjir. Kondisi sebagian besar jalan lingkungan sudah baik (paving blok) dan sudah ada TPST tapi hanya menampung sampah yang berasal dari perumahan saja.

Kondisi Demografis Desa Kademangan
Luas Wilayah Desa Kademangan adalah 2.06 Km²  atau sekitar 206 ha. Jumlah penduduknya adalah 18.858 dengan rincian jumlah penduduk laki-laki 9.756 orang dan jumlah penduduk perempuan sebanyak 9.102. Adapun jumlah Kepala Keluarga sebanyak  4.977.

Kondisi Perumahan dan Permukiman di Desa Kademangan
kondisi masyarakatnya heterogen, dihuni beragam suku dari berbagai daerah di Indonesia. Para pendatang biasanya tinggal di perumahan-perumahan sementara warga asli tinggal dan tersebar di permukiman (kampung).
Adanya kawasan industri, Kampus ITI dan Puspiptek membuat berjamurnya perumahan dan rumah sewa petak/kontrakan/kost-an. Dengan demikian memicu juga tumbuhnya perdagangan dan jasa (warung makan, ruko, bengkel, toko sembako, toko material, ada juga usaha bangunan yang hanya menjual pasir dan batu kali saja).



A.        Identifikasi Permasalahan
Perumahan dan Permukiman Kumuh di Wilayah Perencanaan

            Delineasi Wilayah Perencanaan          
Penentuan delineasi wilayah perencanaan berdasarkan kepada permasalahan lingkungan serta kebutuhan PSU.
             Delineasi wilayah perencanaan
Luas wilayah perencanaan adalah 15,1 Ha. Dimana luasan ini termasuk dalam keputusan Walikota Tangerang Selatan Nomor : 648/kep.375-Huk/2011 tanggal 5 Desember 2011 tentang Lokasi  Lingkungan Perumahan dan permukiman Kumuh di Kota Tangerang Selatan.
            Delineasi wilayah penanganan
Luasan wilayah penanganan adalah sebesar 11,8 Ha. Wilayah penanganan ini diantaranya adalah wilayah RT 01/01, RT 02/01 dan RT 05/01 juga sebagai lokasi yang memiliki beberapa rumah tidak layak huni sebanyak 18 unit.

kedudukan dan Peran Wilayah Perencanaan dalam Sistem Tata Ruang Wilayah
Kedudukan dan peran wilayah perencanaan dalam struktur ruang adalah sebagai SPK II yang memiliki fungsi sebagai perkantoran pemerintahan, dan perumahan kepadatan sedang.
Historis kekumuhan di Wilayah Perencanaan
Wilayah perencanaan yang posisinya geografisnya berada di pojok bawah Kota Tangerang Selatan mengalami kelambatan pengaruh perkembangan pembangunan baik secara fisik maupun bidang lainnya. Pengaruh spread effect dari wilayah DKI Jakarta, Kabupaten Tangerang atau dari daerah Bogor tidak banyak. Jadi dapat dikatakan selama ini perkembangan wilayah perencanaan berjalan dengan alami dan lambat. Akhirnya hal ini juga berpengaruh kepada perkembangan fisik perumahan masyarakatnya. Termasuk dalam kategori perdesaan dan memang masih banyak rumah yang tidak layak huni atau dapat dikatakan kumuh bila disejajarkan dengan rumah-rumah yang ada di kecamatan lain di Kota Tangerang Selatan.

Kondisi Demografi di Wilayah Perencanaan
Penduduk di wilayah perencanaan adalah penduduk campuran dari penduduk yang sudah lama tinggal di sini dan penduduk pendatang baik yang pindah dan membuat rumah serta mereka pendatang yang mengontrak dirumah sewa/kontrakan. Jumlah penduduk pada wilayah perencanaan sebesar 1.860 jiwa terdiri dari 602 KK dan 352 unit rumah.

 Kondisi morfologi wilayah perencanaan
Wilayah perencanaan terutama di wilayah RW 01 ini adalah juga daerah rawan banjir karena lokasinya yang landai dan banyak kubangan air bekas galian tanah yang tidak dipergunakan lagi. Tidak adanya saluran mengakibatkan mau tidak mau aliran air menuju ke kubangan tersebut. Kondisi saluran yang berkelok-kelok dan dangkal serta banyak sampah membuat air berjalan lambat pada saat hujan. Kondisi jalan lingkungan sudah cukup baik karena sudah banyak dipasang paving block baik yang berasal dari APBD maupun dari program PNPM perdesaan. Namun kondisi drainase masih buruk penanganannya. Selain tidak terdapat saluran yang saling terintegrasi  karena selalu dialirkan ke kubangan bekas galian. Jalur saluran pembuangan akhir juga tidak  dibangun dengan semestinya. Banyak sampah yang dibuang didepan dan halaman belakang rumah warga. Tidak ada pengangkutan sampah mereka lebih suka membakar sampahnya. Kondisi air tanah masih cukup baik, masyarakat masih bisa memkonsumsi air tanah untuk kebutuhan minum dan MCK.
           
Penggunaan lahan di wilayah perencanaan
Penggunaan lahan di wilayah perencanaan di dominasi oleh pengunaan untuk permukiman warga dan kegiatan lainnya seperti kios, rumah ibadah, rumah sewa/kontrakan, lahan kosong dan penggunaan lainnya seperti kandang ternak atau posyandu.

Kondisi Perumahan dan Permukiman di Wilayah Perencanaan
Kondisi perumahan dan permukiman di wilayah perencanaan sangat beragam. Ada rumah yang sudah bagus dan sudah memenuhi standar, namun masih juga ada rumah yang dindingnya setengah bilik dan ada beberapa rumah yang atapnya bocor parah dan tidak mampu diperbaiki.

Status Kepemilikan Lahan
            Status kepemilikan rumah juga beragam statusnya ada yang milik sendiri serta ada yang juga berupa warisan dari orang tuanya. Pada beberapa lingkungan terdapat banyak rumah sewa/kontrakan yang disewakan pemiliknya namun kadang pemiliknya bukan warga setempat lagi karena sudah diperjualbelikan tanahnya.
  
             Kondisi Perumahan (kualitas bangunan, tata letak, intensitas)
            Kondisi rumah penduduk di wilayah perencanaan adalah seperti layaknya rumah-rumah yang ada di perdesaan. Khusus untuk tipe rumah yang seperti ini atapnya sudah memakai genteng tapi terbuat dari bahan genteng yang rapuh dan mudah pecah/bocor, dindingnya ada yang masih campuran setengah tembok dan setengah bilik sementara lantainya ada yang sudah memakai ubin tapi ada juga yang masih berupa plesteran.

Kondisi PSU Dasar di Wilayah Perencanaan
            Kondisi Jalan Lingkungan
            Kondisi jalan lingkungan sudah cukup baik sudah banyak jalan lingkungan yang memakai paving blok yang dipasang oleh program PNPM atau program lainnya.
            Kondisi Drainase Lingkungan
            Kondisi saluran drainase tidak saling terintegrasi sering terlihat putus pada beberapa ruas saluran. Selain itu berkelok-kelok dan tidak tertutup membuat banyak sampah masuk ke saluran dan menambah sedimentasi saluran hingga membuat banjir pada saat air meluap/hujan besar.
            Kondisi Sanitasi Lingkungan
            Untuk sanitasi pada tiap rumah terutama fasilitas MCK rata-rata sudah memiliki masing-masing.
            Kondisi Sistem Persampahan
            Untuk persampahan belum ditangani oleh masyarakat baik secara individu atau bersama-sama karena kebanyakan sampah dibuang di belakang atau di depan rumah mereka masing-masing. Tidak ada TPS atau tempat penampungan sampah bersama yang dikelola dan ditangani karena tidak ada yang mau tanahnya dijadikan TPS. Untuk TPST sebenarnya sudah ada di perumahan Griya Serpong namun hanya menampung sampah yang berasal dari perumahan saja.
           
Kondisi Ruang Terbuka Hijau (RTH)
            Kondisi wilayah perencanaan yang masih perdesaan terlihat masih banyak ruang/tanah kosong sehingga walaupun belum ada yang secara resmi ditentukan tempat sebagai RTH tapi masyarakat merasa masih cukup nyaman dengan kondisi sekarang ini.

Kondisi Aktivitas Ekonomi di Wilayah Perencanaan
            Jenis Pekerjaan
Adanya kawasan industri, Kampus ITI dan Puspiptek membuat berjamurnya perumahan dan rumah sewa petak/kontrakan/kost-an. Dengan demikian memicu juga tumbuhnya perdagangan dan jasa (warung makan, ruko, bengkel, toko sembako, toko material, ada juga usaha bangunan yang hanya menjual pasir dan batu kali saja). Beberapa warga ada yang mempunyai mobil truk pengangkut pasir sehingga mereka kadang mendapatkan pekerjaan untuk membawa pasir dan bahan bangunan lainnya sementara warga sekitarnya mendapat pekerjaan dengan menjadi kuli angkut pasir.
            Pola Pendapatan
            Pola pendapatan hanya berasal dari pendapatan kepala keluarga atau suami kemudian pendapatan itu dipergunakan untuk kebutuhan keluarganya sehari-hari. Namun bagi ibu-ibu yang mempunyai pendapatan lebih kadang ditemukan berjualan pakaian kepada tetangga sekitarnya dengan pembayaran dicicil/kredit perhari/perminggu.

            Pola Pengeluaran
            Pola pengeluaran biasanya hanya untuk keperluan dapur, keperluan anak sekolah dan membayar listrik serta bagi yang memiliki kendaraan roda dua biasanya mereka membayar juga cicilan setiap bulan dengan range cicilan 3 – 4 tahun dengan besar cicilan perbulan Rp. 300.000,- Rp.350.000,-.

Kondisi Sosial di Wilayah Perencanaan
            Kondisi sosial di wilayah perencanaan cukup baik dalam arti suasana perdesaan yang masih kental membuat kondisi interaksi sosial antar warga maupun dengan warga pendatang  berlangung baik. Komunikasi sesama warga unit lingkungan RT mudah dilakukan karena saling mengenal dengan baik satu dengan lainnya walaupun ada beberapa warga yang sulit diajak berinteraksi namun menurut ketua RT setempat sebenarnya mereka  bisa diajak berinteraksi dan berkomunikasi asal pendekatan dilakukan dengan baik dan menghormati hak-hak mereka sebagai warga.

            Kelembagaan Sosial yang ada
            Kelembagaan sosial yang ada di wilayah perencanaan secara resmi tidak ada tapi peran kelembagaan seperti ketua RT dan RW masih dominan dalam menyampaikan segala informasi yang di dapatkan dari hirarki kepemerintahan diatasnya yaitu pemerintahan Desa Kademangan.  Jika ada musibah seperti kematian atau lainnya upaya gotong royong dan saling membantu masih sering dilakukan warga.

            Warisan Budaya penduduk Setempat
            Tidak ada warisan budaya setempat yang ditemukan sebagai sesuatu yang spesifik khas daerah setempat. Kondisinya masih sama dengan daerah lainya di Kota Tangerang Selatan.
           
B.                      ANALISIS KEBUTUHAN PENANGANAN WILAYAH PERENCANAAN

 Analisis Kebutuhan Penanganan Perumahan di Wilayah  Perencanaan
Data data diatas dapat diketahui cakupan rumah layak huni yang ada pada wilayah penanganan adalah sebesar   : 334 unit / 352 unit x 100% =  95 % unit rumah termasuk kategori rumah layak huni, sedangkan sisanya sebanyak 5 % masuk kategori rumah tidak layak huni.  Untuk kebutuhan penanganan perumahan diketahui terdapat 18 unit rumah tidak layak huni yang berada di RT 01/01, RT 02/01 dan RT 05/01. Dari hasil survei lapangan kebanyakan rumah yang tidak layak huni ini tersebut atapnya bocor karena gentengnya yang rapuh dan mudah pecah, kemudian ada yang berdinding setengah bilik dan lantainya plesteran. Ada juga beberapa rumah yang bagian depannya memakai seng atau asbes serta bahan lain seadanya. Oleh karena itu jika kebutuhan penanganan perumahan berdasarkan kepada kondisi Aladin (atap, lantai dan dinding) maka secara material maka rumah-rumah tersebut memenuhi persyaratan sebagai rumah yang harus dtangani.

Analisis Kebutuhan Penanganan PSU Lingkungan di Wilayah  Perencanaan
Mengacu kepada Standar kebutuhan PSU maka berikut beberapa perhitungan kebutuhan akan PSU dapat diuraikan sebagai berikut :

1.         Kebutuhan akan taman bermain pada wilayah penanganan sebanyak 7 unit. Pada saat ini walaupun di wilayah penanganan masih banyak lahan kosong tempat bermain anak-anak namun ke depan harus dipersiapkan taman bermain yang resmi.
2.       Kebutuhan tempat sampah. Tempat sampah ini merupakan tempat pembuangan sementara sampah-sampah dari rumah yang diangkut oleh gerobak sampah dengan kapasitas angkut 2 m3, sampah diangkut 3 x 1 minggu (dari rumah ke bak sampah RW).
3.       Kebutuhan akan sarana penerangan jalan umum (PJU) pada wilayah penanganan disesuaikan dengan kebutuhan dan situasi di lapangan yaitu dibutuhkan 10 buah PJU pada beberapa titik persimpangan dan ruas jalan lingkungan.

 
 Analisis Kebutuhan Penanganan Ekonomi di Wilayah  Perencanaan
Kebutuhan penanganan ekonomi di wilayah perencanaan antara lain yang dapat dilakukan adalah usaha Simpan Pinjam Perempuan (SPP) karena ada beberapa warga terutama ibu-ibu yang mempunyai kegiatan memperjualbelikan pakaian (sandang) dengan cara pembayaran sistem kredit/cicil. Jadi bantuan permodalan dapat dilakukan untuk meningkatkan kehidupan perekonomian keluarga sehingga tidak mengandalkan dari pendapatan suami saja. Ada juga beberapa rumah yang mempunyai ternak seperti kambing dan sapi tentunya jadi salah satu penghasilan keluarga mereka oleh karena itu kedepan sektor perbankan khususnya Bank Perkreditan Rakyat (BPR) sudah harus masuk membantu lebih banyak lagi dengan memberi kemudahan kredit dengan bunga rendah kepada ibu-ibu dan para pemilik ternak.

Analisis kebutuhan Penanganan Sosial di Wilayah  Perencanaan
Penanganan yang sifatnya sosial di wilayah perencanaan antara lain dapat dilakukan seperti penyuluhan  untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penanganan sampah karena selama ini sampah dari rumah-rumah hanya dibuang ke halaman depan dan belakang rumah mereka. Oleh karena itu perlu pendekatan kemasyarakatan yang kontinu agar mengerti mengenai pentingnya penanganan soal sampah ini.  

Analisis Hasil Community Action Plan
              Beberapa hasil CAP yang didapatkan dari rembug warga antara lain :
1.        Pembangunan saluran drainase sepanjang sebelah kiri jalan Hutama Karya
2.       Pembangunan saluran drainase lingkungan RT 01, RT 02 dan RT 05 semuanya di RW 01.
3.       Pemasangan lampu penerangan jalan tenaga matahari (PJU)
4.       Penanganan sampah (pengangkutan)
Jika dipadukan dengan hasil survei ke lapangan dan maka hasil CAP ini adalah memang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat pada wilayah penanganan.

Analisis Kendala dan peluang Penanganan di Wilayah Perencanaan
              Dari beberapa kegiatan yang akan dilakukan pada wilayah penangan maka terdapat beberapa kendala dan peluang yang dapat diidentifikasikan.

               Analisis Kendala Penanganan di Wilayah Perencanaan
              Data kependudukan yang diperoleh tidak dirinci dalam kelompok usia dan jenis kelamin tingkat pendidikan dsb sehingga keluaran untuk analisa tidak bisa secara tepat dikelompokkan. Dari empat kegiatan yang diinginkan oleh warga dari hasil rembug maka kendala yang ada antara lain kurangnya komunikasi dengan warga yang tanahnya bersentuhan langsung dengan program/kegiatan. Untuk tanah yang sudah jelas batas-batasnya dan disepakati warga sebagai milik umum tidak menjadi masalah namun pada saat misalnya saluran yang akan dibangun dimensinya terlalu lebar tentu mereka akan keberatan. Begitu juga untuk pembangunan TPS permanen masyarakat banyak yang keberatan mereka lebih suka disediakan gerobak sampah.

              Analisis Peluang Penanganan di Wilayah Perencanaan
              Beberapa peluang yang dapat diidentifikasikan antara lain bahwa tingkat pemahaman dan kesadaran yang cukup baik dari warga mengenai kesadaran bahwa wilayah mereka adalah daerah rawan banjir. Sehingga ada sense yang sama soal ini. Jadi jika ada stimulan dari pihak pemerintah baik dari pemerintah pusat maupun daerah tentu akan sangat direspon antusias. Sudah adanya BKM dari program  PNPM perdesaaan juga sangat membantu karena mereka sudah melakukan kegiatan hampir berjalan 3 tahun lebih sehingga memperkenalkan program PLP2K-BK ini juga tidak terlalu sulit karena dengan mudah dan cepat dapat dipahami maksud dan tujuannya.


C.                 RENCANA RINCI WILAYAH PERENCANAAN
Rencana rinci wilayah perencanaan disajikan dalam bentuk rencana struktur ruang dan rencana pola ruang wilayah perencanaan.
Rencana Struktur Ruang Wilayah Perencanaan
Rencana struktur ruang dibentuk oleh pusat kegiatan utama dan sub pusat kegiatan. Dalam hal ini yang menjadi pusat kegiatan utama adalah kegiatan perdagangan dan jasa yang berada di sepanjang sisi jalan raya Hutama Karya dan pusat yang kedua yaitu pusat fasilitas Umum yang berada di sisi jalan Puspiptek raya sedangkan sub pusat kegiatan yaitu Posyandu yang berada di lingkungan RT 05/01 dan Musholla di lingkungan RT 02/01.

 
Rencana Pola Ruang Wilayah Perencanaan
Rencana pola ruang yang akan direncanakan mengikuti perkembangan yang sudah ada di lokasi yaitu sepanjang sisi jalan Hutama Karya dan sisi jalan Puspiptek raya sebagai hunian komersial sedangkan hunian swadaya masyarakat  berada di bagian dalamnya yang eksisting sudah banyak rumah sebagai tempat tinggal.






Rabu, 14 November 2012

PPATK: Proyek Multiyears Perlu Pengawasan Ekstra

Mulai dari waskat atasan, laporan kemajuan proyek, dan audit.

Senin, 22 Oktober 2012, 07:05 Ismoko Widjaya
Kondisi proyek Hambalang di Sentul, Bogor (VIVAnews/Anhar Rizki Affandi)

VIVAnews - Proyek pusat olahraga di Hambalang, Bogor, senilai Rp1,2 triliun berbuntut panjang dan membelit petinggi-petinggi Partai Demokrat. Komisi Pemberantasan Korupsi menyebut nilai Rp1,2 triliun hanya untuk proyek konstruksinya. Nilai total sampai proyek pengadaan barang mencapai Rp2,5 triliun.

Proyek yang bernaung di bawah Kementerian Pemuda dan Olahraga itu pun disebut multiyears atau tahun jamak. Apa sebenarnya definisi dan syarat proyek-proyek negara yang dikategorikan multiyears? Apakah proyek ini memerlukan ekstra pengawasan?

Menurut Wakil Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Agus Santoso, pembangunan proyek pemerintah yang tidak mungkin diselesaikan dalam jangka waktu satu tahun dimungkinkan untuk dianggarkan secara multiyears. Misalnya untuk selama tiga tahun anggaran.

"Kebutuhan penganggaran multiyears seperti ini didasarkan pada kajian kebutuhan yang dilakukan kementerian atau lembaga yang bersangkutan. Selanjutnya diajukan untuk mendapatkan persetujuan," kata Agus kepada VIVAnews.

Tujuan adanya penganggaran multiyears, lanjut Agus, selain untuk efisiensi prosedur juga untuk memastikan kelangsungan proyek. Sehingga pasti bisa diselesaikan. Khususnya terkait dengan kontrak dengan vendor yang sama tanpa perlu proses persetujuan lagi.

"Ada beberapa simpul kerawanan dalam proyek multiyears yang harus mendapat perhatian dan pengawasan para pimpinan. Antara lain kerawanan pada penggelembungan nilai pekerjaan (owner estimation). Dan mengatur-atur penunjukan langsung dengan cara KKN," jelas pria yang juga pemilik peternakan kambing di kawasan Gadog, Bogor ini.

Untuk meminimalisir kerawanan itu, kata Agus, paling tidak ada 3 aspek penting yang harus dilaksanakan para atasan. Pertama, memastikan bahwa prosedur yang telah ditetapkan dapat diikuti dengan baik. "Mulai dari tahap perencanaan proyek, lelang, sampai pada serah terima pekerjaan, sebagaimana diatur dalam  Perpres no 80 thn 2008 sebagaimana telah diubah. Terakhir dengna Perpres no 70 thn 2012," ujar Agus.

Kedua, para atasan dan pimpinan mengawasi secara efektif. Mulai dari waskat atasan, laporan kemajuan proyek, dan audit. Sehingga penyimpangan, ketidaksesuaian mutu, dan keterlambatan proyek bisa diketahui di setiap tahapan sejak dini. "Dan bisa segera diambil corrective action yang tepat waktu dan tepat sasaran," kata mantan Deputi Direktur Hukum Bank Indonesia ini.

Ketiga, setelah aturan dan prosedur diikuti dan sistem pengawasan efektif dilakukan, maka yang tidak kalah pentingnya adalah upaya menjaga dan memelihara integritas diri para pelaksana yang terlibat dalam setiap tahapan proyek.

Hanya dengan integritas yang baik, maka Agus yakin, KKN bisa diberantas. "Kita harus bangga menjadi aparat yang berintegritas, dan harus malu dicap sebagai aparat yang korup," ujar Agus.
Proyek multiyears besar butuh persetujuan Menkeu
23 Agustus 2010 12:55
JAKARTA: Pemerintah menegaskan pelaksanaan kontrak proyek tahun jamak (multiyears) masih harus mendapatkan persetujuan dari Kementerian Keuangan, kecuali untuk proyek mendesak dengan batasan nilai di bawah Rp10 miliar.

Menteri Keuangan Agus D. W. Martowardojo menjelaskan proyek-proyek mutiyears yang tidak bisa ditunda biasanya proyek yang pekerjaannya dipengaruhi oleh faktor cuasa, seperti penyaluran subsidi benih. Kemudian proyek mendesak lainnya seperti pelayanan yang harus tersedia sepanjang tahun mulai tanggal 1 Januari, misalnya pelayanan perintis udara/laut, pita cukai, konsumsi di Lembaga Pemasyarakatan, dan sejenisnya.

"Kontrak multiyears harus selalu ada persetujuan dari Kementerian Keuangan. Tetapi, untuk jumlahnya yang relatif tidak besar, itu dimungkinkan untuk kita delegasikan khususnya bagi pos-pos yang memang harus melewati akhir tahun dan merupakan suatu pos untuk pelayanan kepada masyarakat dan tak bisa ditunda-tunda," jelas dia, pekan lalu.

Menurutnya, klausul tersebut terdapat dalam Peraturan Presiden (Perpres) No.54/2010 tentang Pedoman Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah yang telah ditandatangani oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 6 Agustus guna menggantikan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 80/2003.

Agus Rahardjo, Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), pernah menjelaskan untuk kontrak proyek tahun jamak dengan nilai di bawah Rp10 miliar dikecualikan untuk mendapat persetujuan dari Menteri Keuangan. Untuk proyek-proyek multiyears berskala kecil tersebut, wewenang untuk menyetujuinya diserahkan pada Kementerian/Lembaga terkait.

"Asalkan nilai kontrak tidak lebih dari Rp10 Miliar, persetujuan langsung dilakukan oleh pengguna anggaran masing-masing (tidak lagi minta persetujuan Menteri Keuangan)," katanya.

Menurut Agus Rahardjo, Perpres No.54/2010 akan diterapkan pada kontrak pengadaan yang ditawarkan setelah aturan tersebut diteken presiden. "Misalnya kan ada kontrak-kontrak pemerintah yang sudah ditandatangani sebelum ada perpres itu tetap harus diakui juga," paparnya.

Menanggapai hal tersebut, Wakil Ketua Komisi XI DPR Harray Azhar Azis mengatakan proyek tahun jamak berpotensi terhambat atau berhenti total selama mempersyaratkan persetujuan menteri keuangan dalam pelaksanaannya. Untuk itu, perlu ada tambahan pasal dalam Undang-Undang No.17/2003 tentang Keuangan Negara yang menjamin tidak ada pembatalan dari kontrak tahun jamak pada tahun anggaran berikutnya oleh menteri keuangan.

“Kalau selama ini kan tidak ada jaminan yang pasti (proyek multiyears) bisa terlaksana pada tahun anggaran berikutnya. Untuk UU No.17/2003 harus direvisi dengan menambahkan pasal khusus yang menegaskan, kalau proyek sudah disetujui (pada tahun berjalan) tidak bisa dibatalkan pada tahun berikutnya,” tegas Harry.

Sebelumnya, dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 56/2010 terkait Tata Cara Pengajuan Persetujuan Kontrak Tahun Jamak Dalam Penggadaan Barang dan Jasa Pemerintah disebutkan proyek idealnya selesai dalam satu tahun anggaran, tetapi tertunda hingga tahun anggaran berikutnya, tidak dapat diusulkan untuk mendapatkan persetujuan kontrak tahun jamak dari Menteri Keuangan.

Ada empat kriteria kontrak tahun jamak yang dipersyaratkan. Pertama, sumber dana pekerjaan berasal dari rupiah murni. Kedua, substansi pekerjaannya merupakan satu kesatuan untuk menghasilkan satu output. Ketiga, secara teknis pekerjaannya tidak dapat dipecah-pecah. Kempat, waktu pelaksanaan kegiatan pokoknya secara teknis memerlukan waktu penyelesaian lebih dari 12 bulan.


sumber : bisnis indonesia

Selasa, 01 Mei 2012

mampir di Kandang Jurank Doang (II)

Wawancara dengan Dik Doang
KJD ini lahir dari kegelisahan, aku ini gak pinter tapi telah menjadi ‘sesuatu’ paling tidak menurut ukuran ibuku dan ibuku bangga akan hal itu, sementara banyak teman-teman yang dipuja karena angka-angkanya bagus tapi tidak menjadi apa-apa, tapi itu juga bukan ukuran surga dan neraka. Jadi ternyata cinta Allah itu abstrak setiap orang ditugasi dengan caranya, nah aku memulai dengan pendidikan, bahwa aku pikir kalau sekolah menjadi mahal kelak akan menggerogoti bangsa ini dan kelak akan ada Tsunami yang lebih dahsyat dari Tsunami di Aceh bukan oleh air tetapi oleh gelombang kebodohan dimana-mana, yang keluar dari pendidikan malah mencari kerja bukan menciptakan lapangan kerja... klise memang... tapi itu sebenarnya sesuatu yang menjadi dasar telah  diabaikan, lalu Dik Doang dibilang baik melakukan ini, padahal buat aku baiknya dimana ? karena semua orang harus melakukan perbuatan baik tapi karena orang tidak melakukannya, aku dianggap baik itu kan aneh. Aku pikir Sakinah itu tentram, Mawadah akan mewadahi lingkungan yang menentramkan itu, maka aku pastikan negara ini akan mendapat Warahmah dari keluarga-keluarga itu jadinya aku ingin menanamkan ilmu pada anak, anak arrahman, anak arrohim agar ilmu itu bermanfaat bagi dirinya dan bermanfaat bagi  orang lain dan insya Allah makin dekat dia dengan agamanya dengan tuhannya dengan dia berilmu, jadi kalau ada pendidikan akhirnya bersandar pada kedudukan dan jabatan aku rasa bukan itu tujuan kita.
Sejatinya tujuan pendidikan itu seperti apa menurut pandangan bang Dik ?
Ki hajar Dewantoro menamakan tempat belajar itu Taman siswa bukan sekolah ! jadi aku bilang kita belajar bisa dimana saja. Sekolah itukan tempat mengasah, mengasah bisa di bawah pohon, di bawah rintik hujan dan dimana-mana karena pengertian belajar itu di sekolah orang hanya berpikir belajar itu cuma di sekolah dan di luar tidak ada tata krama, di persimpangan tidak ada sopan santun jadi cuma sekolah saja yang jadi tempat belajar padahal itu adalah asahan. Kebenaran adalah keburukan yang terasah, kebajikan itu kebenaran yang telah teruji dan sekolah itu harus tempat salah karena di luar itu menjadi kebenaran, tapi kalau segala sesuatunya menjadi benar di sekolah misalnya orang harus rangking sekian dan segala macamnya, pertanyaannya adalah dimana posisi baik dan buruk, neraka dan surga, salah itu harus ada, nah di sekolah itu orang boleh mencoret kertasnya sendiri kalau salah gak usah dihapus teruskan saja karena jika sudah di alam kehidupan kita tidak boleh salah. Kalau kau belajar mengemudi ya harus di tempatnya tapi kalau di luar itu salah atau nabrak tidak boleh, nah konsep harus benar di sekolah itu tidak ada ruang-ruang kesalahan-kesalahan, ini yang menjadi tidak terjadinya keseimbangan. Jadi semua ada ruangnya, kamu boleh telanjang tapi di kamar mandi dsb, jika ruang dan waktu itu presisi atau tepat makanya itu di sebut moment. Jadi kalau ada orang terkenal itu karena ruang dan waktunya telah bertemu. Kita harus mencari tahu bagaimana supaya kita bisa menyatukan ruang dan waktu itu selalu seiring.
Terkait penamaan tempat ini kenapa harus memakai Kandang Jurang Doang ? Apa ada makna sendiri ?
Allah juga memberi makna sendiri pada nama Muhammad dengan huruf double M, Allah dengan huruf L double tapi nama lain tidak diberi huruf double. Jadi ketika aku bermesraan dengan kehidupanku kujadikan ini kemesraanku sendiri, KJD apa sih itu ? tapi ini adalah benih-benhih penderitaan yang kunikahi maka orang tidak berpikir KJD itu adalah sesuatu yang naif tapi cinta-Nya yang telah diberikan kepadaku di Ciputat ini dengan bentuk yang sangat abstrak sekali. Jadi silahkan berikan anakmu, lingkunganmu dengan kemesraanmu yang lahir dari cahaya pengetahuan dan ilmu. Kandang itukan tempat binatang, padahal binatangkan ingin bebas, disinilah kesalahan memandang cinta secara keliru padahal kalau benar misalnya tanamlah biji, siramlah, beri pupuk dia akan tumbuh dan berdaun rindang kemudian kita berteduh di bawahnya burung-burung menghampiri dan sebagai konsekuensinya kita harus menyapu daun-daun yang berguguran. Sabda Rasullulah turun, apa yang kamu khawatirkan terhadap burung-burung itu, bukankah setiap kali musim berganti burung-burung itu tinggal mengambil hasil panen, ketika kemarau berkepanjangan dia tinggal menukik di lautan, ikan-ikan sudah tergenang di permukaan dan hanya karena ego kita manusia, burung kita pelihara kotorannya mengering terjadi flu burung lalu unggas kita bantai apa yang terjadi tidak ada keseimbangan, ulat bulu dimana-mana padahal itu makanan pokok burung. Apa kita tidak bisa ayatnya ‘Iqro’.
Kata Jurang, jurang itu pemisah antara dataran tinggi dengan dataran rendah antara si miskin dengan si kaya, selama ini banyak sekolah kaya anak miskin tidak bisa masuk begitupun sekolah orang miskin orang kaya tidak berkenan di situ, lalu kapan mereka pernah bersentuhan, nah di KJD ini aku harap tidak ada lagi pemisah itu. Yatim piatu itu sesungguhnya adalah yang ditinggal ayah dan ibu, tapi dalam tingkat yang lebih tinggi lagi ditinggal bapak miskin pendidikan ditinggal ibu miskin kasih sayang, jadi kalau ada ibu tidak punya suami tapi punya anak jangan diberi kasih sayang tapi beri dia pendidikan demikian pula sebaliknya. Dalam esensi ini kebanyakan orang salah paham menganggap pendidikan adalah tugas ibu bukan sebagai tugas bapak. Sehingga banyak sekali yang menitipkan pada ibu dan jeleknya lagi anak-anak menjadi manja selalu ingin instant. Pada tingkat yang lebih tinggi lagi yatim piatu itu adalah miskin iman dan akhlak. Jadi pengertian yatim piatu di dalam marifatnya adalah orang yang miskin iman dan akhlak, boleh jadi dia adalah anggota DPR, pejabat atau lainnya jika dia tidak punya iman dan akhlak maka dialah yatim piatu sesungguhnya, kita tinggal lihat saja apa yang yang terjadi pada saat mereka memimpin. Rasullulah tidak pernah mengajarkan kita untuk meminta tapi  kita yang mampu memberi, tetapi kenapa sekarang ada tulisan rumah yatim piatu memasang nomor teleponnya besar-besar, bikin yayasan dan membuat proposal, sebenarnya tidak ada yang salah akan hal itu tapi cukup Allah sebagai dukungan. Ini jalan berat, jalan tidak berujung tapi ketahuilah ada batasannya seperti Al-quran diturunkan ada masa 22 tahun, 2 bulan, 22 hari jadi jika hanya baru 2 tahun atau 5 tahun kita sudah berkeluh kesah berarti dia terlau berkecil hati. Alam mempunyai cara sendiri untuk merapikan dirinya sendiri....

Oleh :Muhlisin, Romly R, Agus “rokas” soemarno

Selasa, 03 April 2012

Mampir di Kandang Jurang Doank (KJD) – Tangerang Selatan

Bagaimana sejarah KJD bisa sampai di Kota Tangerang Selatan ini ? untuk sejarahnya mungkin cerita dari Bang Dik (Dik Doang maksudnya) lebih tahu dan lebih lengkap..tapi saya hanya menambahkan bahwa semangat di KJD ini adalah semangat untuk hidup saling berbagi dan bagaimana caranya membuat sekolah bagus tapi gratis, sebenarnya kami belum layak di sebut sekolah namun kami lebih suka disebut komunitas kreatifitas KJD. Di dalam Komunitas ini ada berbagai macam kelas, karena kelasnya dimana kita mau belajar di situ buka kelas maka seringkali kami disebut juga sekolah alam. Bang Dik memulai dari mulai Kemayoran sampai pindah ke Ciputat, secara resmi KJD dibuka 23 mei 2005, semangatnya hidup saling berbagi dengan cara teman-teman yang mau berperan di sini mengambil pos-pos dimana mereka teman-teman yang mau berbagi atau mengisi, awalnya kami menyebutnya volunter/relawan yang identik dengan bencana padahal tidak ada bencana yang terjadi disini malahan keberkahan yang ada olehkarena itu kemudian bang Dik mengubah penamaannya menjadi pegawai sholeh (dengan harapan mereka menjadi sholeh dalam arti sebenar-benarnya).

Bang Dik juga punya visi bagaimana masyarakat sekitar juga mendapat berkah dan dapat berperan serta, kami tidak meminta bantuan kepada pemerintah atau pihak swasta namun kami membuat paket-paket kegiatan yang kami jual yang memanfaatkan alam sekitar misalnya dengan outing, memandikan kerbau, menangkap ikan, menanam padi dan lahan tidur yang kami manfaatkan untuk outbond. Dari semua yang dibayarkan itu uang yang berhasil didapatkan dari kegiatan paket paket tersebut kami sisihkan yaitu 60% kami masukan ke kas sekolah alam KJD 30% untuk pegawai sholeh, dan 10% lagi untuk kegiatan sosial seperti yang kami misalnya bhaki sosial, sunatan massal, santunan buat petani pada saat lebaran dsb. itulah kegiatan subsidi silang yang kami lakukan disini, semua kegiatan yang berkaitan dengan paket-paket itu dikenakan biaya namun kami dalam promosi KJD selalu lebih mengutamakan sekolah alamnya karena tidak ingin yang muncul image mencarai keuntungan semata karenanya kegiatan paket komersil sama sekali tidak pernah kami iklankan dan kami tidak ingin semangat KJD ini berubah semangatnya dari non-profit malah ke profit taking. Syukur alhamdullilah sampai sekarang KJD dapat berjalan lancar dengan sistem yang kami buat seperti itu.

Ada berapa kegiatan yang dilakukan di KJD ? lebih kurang ada 8 kelas terdiri dari kelas fotografi, perkusi, gambar, paduan suara, sanggar tari, kelas bola, gitar, vokal dan kelas komputer. Khusus untuk kelas gambar mereka harus mengikuti tes ala KJD kemudian apabila lolos baru mereka boleh menempati kelas-kelas tersebut. Silaturahmi antar kelas kami lakukan pada hari minggu pada kelas gambar dan yang mengisi adalah Bang Dik karena dialah yang berkompeten dalam gambar dan desain. Bagi kelas gambar tidak selalu mereka yang lulus seleksi namun bisa saja mereka yang berminat, bisa sekali datang atau kapanpun mereka datang bolehikut kelas gambar tergantung peserta bebas memilih.

Mas Fadly sejak kapan bergabung dengan KJD ? saya tinggal di kompleks ini sejak SMP (lokasi KJD ada di kompleks perumahan Alvita/Pondok sawah Indah), mulai intens bergabung sejak 3 tahun terakhir, di KJD kami tidak terikat seperti freelance begitulah, perlu saya terangkan soalnya tenaga disini saya sendiri merangkap di back office dan urusan lapangan di KJD. Sebenarnya bang Dik mau mengangkat semua yang terlibat sebagai pegawai, namun apalah daya karena dana terbatas dan apabila diangkat semua pegawai sekarang saja ada sekitar 70 orang oleh karena itu pegawai yang diangkat/ in house baru 15 orang selebihnya sifatnya freelance. Kecenderungannya apabila dari awal sudah ingin mencari uang mungkin dengan adanya seleksi alam pasti sudah pergi sendiri, namun bukan berarti saya sendiri tidak perlu uang namun saya mencoba menjalani yang dimaksud mas Dik. Berhadapan dengan anak didik kami dituntut kreatif, ayo teman-teman ciptakan sesuatu ciptakan sesuatu. Namun para pegawai sholeh disini diharapkan bisa bertindak lebih dari itu, maksudnya bahwa Mas Dik ingin mereka juga menjadi pembimbing, imam juga dan pedagang juga (Mas Dik sangat berkaca kepada rasullulah) akhirnya di buat oleh Mas Dik distro-distro dan siapa saja yang berminat silahkan ikut. Alhamdulillah apapun yang kami jual laku. Jadi untuk peserta kami pacu untuk kreatif dan bagi teman-teman pegawai sholeh kami harapkan produktif menghasilkan uang. Anak-anak sering diajak manggung dan sering mendapat fee baik dari transport atau uang lelah dsb mereka senang namun Mas Dik mengingatkan mereka supaya jangan sampai hanya mencari uang tapi harus banyak berkreasi sebanyak mungkin, dengan demikian diharapkan nanti pekerjaan atau uang akan mencari mereka.

Untuk jangka panjang harapan apa yang dinginkan oleh KJD ? diharapkan dari KJD lahirnya generasi / SDM yang berbeda dari sebelum sebelumnya dan diharapkan mempunyai jati diri yang cukup kuat. Sistem kelas berjalan selama 1 tahun dengan kurikulum ala KJD misalnya kami mulai dari sesuatu yang paling dasar dan bertahap seperti untuk belajar gitar kami mulai dari perkenalan kunci-kunci grif A, B, C dst , kemudian belajar membawakan lagu orang lain dengan rapi dan benar dan tahapan terakhir disuruh menciptakan lagu apa saja bebas semau mereka. Dan setiap hari minggu ada panggung yang kami namakan konser mingguan semua kelas naik pentas, ada yang nonton atau tidak ada yang menonton tidak masalah untuk melatih mental mereka. Dilakukan sore setelah sholat Ashar, paginya sekolah alam jam 08.00 sampai jam 10.00, kadang ada kelas untuk orang tua jam 10.00 sampai 12.00. Sekolah menjadi ibu juga diajarkan disini diharapkan si ibu dapat menyeimbangkan dengan pengetahuan si anak atau pengetahuan tentang gizi anak dan psikologi anak maka kami undang yang berkompeten di bidangnya. Singkatnya di sini adalah bekal seorang ibu terhadap anaknya, walaupun kami hanya sekedar diskusi namun diharapkan ada manfaatnya.

Kegiatan KJD hanya sampai magrib saja. Luas KJD kira-kira 2,5 Ha itu yang dilansir oleh sebuah artikel surat kabar Kompas hasil penghitungan mereka sendiri kami belum pernah mengitungnya secara tepat. Disini adalah lokasi KJD II, KJD yang pertama lokasinya di dekat rel, kemudian kami juga punya KJD III di kampung Cidokom kelurahan Rumpin Gobang dari terminal parung masuk ke arah Leuwiliang dan Jasinga perjalanan 1 jam dari situ di sana baru lokal kelas saja yang dibangun. Kelas yang ada disini intens kami adakan misalnya untuk kelas komputer yang hanya ada 8 buah PC maka apabila ada yang bolos selama 3 x pertemuan langsung dicoret dan digantikan dengan yang lainnya yang mau ikut. Tahun lalu saya mengajar tentang komputer dng cara yang mudah diterima misalnya untuk menyimpan data harus di simpan di laci (Folder maksudnya). Untuk kelas gambar mempergunakan komputer kami gunakan photopaint hingga photoshop. Untuk kelas fotografi ada yang sudah lulus, kriteria dianggap lulus karena foto-foto yang mereka hasilkan sudah bisa dinikmati padahal mereka baru duduk di bangku SMP. Usia didik di sini paling kecil usia kelas 3 SD, kecuali kelas gambar tidak ada pembatasan umur. Untuk teman-teman yang sudah besar disarankan selain ikut kelas diminta juga untuk ikut serta melancarkan proses pelajaran ikut membantu sebagai asisten atau pengasuh. Untuk sekolah alam kami prioritaskan bagi warga sekitar lokasi seperti daerah Pamulang, Ciputat dsk. Saya (fadly) sebagai Penanggung Jawab Umum KJD dan semua posisi setiap tahun selalu di rolling...

Oleh : Muhlisin & Agus “rokas” soemarno