Senin, 07 Juli 2025
Kelurahan Pakulonan tempo doeloe
PAKULONAN TEMPO DOELOE , SERPONG UTARA - TANGERANG SELATAN
Berdasarkan peta Tjioeni herzien in de Jaren pada tahun 1900-1901 yang diterbitkan oleh Topograpisch Bureau Batavia nama Pakulonan waktu itu dituliskan dengan ejaan Pekoelonan bukan seperti saat ini yang dituliskan Pakulonan. Tidak diketahui kapan perubahan penulisan ini terjadi. Mengacu kepada peta tersebut ada beberapa nama yang sampai saat ini masih dipergunakan pada blad/lembaran peta ini yaitu nama seperti kampoeng baroe, kamoerang, priang, pabuaran dongkal, kampoeng kosong, kuntjiran, kandang sampi (dahulu ada dua nama yaitu kondang sampi lor dan kandang sampi wetan), bodjong, pondok jagoeng, djaloepang, oost lengkong (lengkong timur), kedjaren, bodjong gintoeng dsb. (Lihat peta)
Wilayah Pakulonan sebelum tahun 1985 dipecah menjadi satu desa baru yaitu desa Pakujaya dan disusul kemudian oleh Desa Pakualam yang Pilkades-nya sekitar tahun 1997. Terlihat dari dua desa baru itu pada namanya ada unsur kata Paku yang diambil dari kata awal Pakulonan. Lurah adalah sebutan untuk pimpinan desa saat itu padahal statusnya bukan kelurahan masih berbentuk desa seharusnya disebut kepala desa. Untuk Desa Pakujaya yang baru terbentuk dijabat oleh mantan juru tulis Desa Pakulonan (sebutan untuk sekretaris desa) orangnya berperawakan kecil berkaca mata saya lupa namanya, saya familiar sekali dengan beliau karena memang hampir setiap hari melihat dan bertemu di Balai Desa Pakulonan. Kelurahan Pakulonan adalah induk wilayah dari Kelurahan Pakujaya dan Kelurahan Pakualam.
PEMILIHAN KEPALA DESA (PILKADES)
Entah pada tahun kapan dilakukan pemilihan kepala desa di Desa Pakujaya yang saya ingat juru tulis Desa Pakulonan yang mencalonkan diri menjadi kepala desa Pakujaya kemudian terpilih menjadi kepala desa untuk satu periode, lalu digantikan oleh anaknya melalui pemilihan kepala desa yang kedua dan pada saat mencalonkan diri untuk yang kedua kalinya anaknya ternyata tidak terpilih dan digantikan oleh pejabat yang baru. Sedangkan untuk Desa Pakualam kontestasi pemilihan kepala desa yang pertama dilakukan sekitar tahun 1997 pada saat krisis moneter melanda Indonesia. Tentang Pilkades Pakualam ini saya ingat betul, karena saya adalah pendukung salah satu kontestan beliau memang berdomisili di wilayah desa Pakualam.
Desa Pakulonan dari tahun 1970-1985 dijabat oleh H.Abdus Salam (Orang Tua) kemudian dijabat oleh Hasan yang menjabat mulai tahun 1985-2003 kemudian pada tahun 2003 dilakukan Pilkades Pakulonan yang diikuti oleh dua pasangan kandidat yaitu Nani Suparni melawan Rusdi. Nani Suparni terpilih menjadi kepala desa saat itu, dan menjadikan Erwin Gunawan sebagai Sekretaris Desa Pakulonan. Pada masa menjadi sekretaris desa ini ada program pengangkatan kepada seluruh sekretaris desa se-indonesia, saat itu presiden RI adalah Susilo Bambang Yudohoyono mengangkat sekretaris desa yang memenuhi persyaratan menjadi PNS (pegawai negeri sipil). Erwin Gunawan juga sempat menjadi lurah untuk kelurahan Pondok Jagung (salah satu kelurahan di wilayah kec. serpong Utara periode 2019-2022) Sedangkan lurah Pakulonan Nani Suparni pada periode habis masa jabatannya yaitu pada tahun 2009 beliau mengundurkan diri sebagai kepala desa dan mencalonkan menjadi anggota DPRD Kabupaten Tangerang saat itu untuk Dapil Serpong (terdiri dari Kec. Setu & Kec. Pondok Aren). Pada tahun 2009 dilantik menjadi anggota DPRD kabupaten Tangerang untuk periode 2009-2014. Perlu diketahui juga bahwa sejak tahun 2008 Desa Pakulonan berubah statusnya menjadi kelurahan. Dalam masa itu memang sedang ada persiapan pembentukan Kota Tangerang Selatan yang sudah digadang-gadang oleh warga dalam lingkup wilayah kecamatan Cisauk, Pagedangan Serpong dan Pondok Aren atau lebih dikenal dengan nama Cipasera saat itu untuk membentuk sebuah kota baru dan memisahkan diri dari Kabupaten Tangerang dimana ada salah satu konsekuensi perubahan status untuk menjadi kota maka status desa yang ada harus berubah menjadi kelurahan. Maka sejak tahun 2008 terbentuklah Kelurahan Pakulonan hingga saat ini.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar